Kamis, 07 Februari 2013

Dekonstruksi Syari'ah

Tak sekadar reformasi atau rekonstruksi, Dekonstruksi Syariah adalah eksperimentasi Abdullahi Ahmed An-Na’im yang sangat mendasar. Baginya, Reformasi Syari’ah tak mampu menjawab kebuntuan metodologis untuk memecahkan paradoks yang selama ini melekat dalam Syari’ah yang diskriminatif terhadap perempuan, non-Muslim, bahkan tetap melegalisasi perbudakan. Karena itu, isu-isu penting untuk masa depan kemanusiaan, seperti demokratisasi, penghormatan hak-hak asasi manusia dan perdamaian dunia tak terjamah oleh Islam. Umat Islam kontemporer lalu menghadapi dilema. Ketaatan meninggalkan sama sekali Syari’ah membawa mereka pada sekularitas internal.


Judul : Dekonstruksi Syari'ah I
Penulis : Abdullahi Ahmed An-Na’im
Tebal : xxiv + 388 halaman
Ukuran : 14,5 X 21 cm,
Terbit : Cet IV, April 2004
ISBN : 979-8966-02-3
Harga: Rp. 64.000  -   Rp. 30.000

Biografi Gusdur

Persoalan hubungan sipil-militer selama masa reformasi yang paling penting dan patut untuk dijadikan kajian maupun bahan penelitian adalah di era kepemimpinan Abdurrahman Wahid yang berlangsung tidak lebih dari 20 bulan, dari bulan November 1999 hingga Juli 2001. Bukan saja karena terdapatnya sejumlah kebijakan penting yang dihasilkan dalam rangka penegakan supremasi sipil, keberhasilan militer Indonesia melakukan konsolidasi internal, ataupun hubungan sipil (Presiden Abdurrahman Wahid) dengan militer yang dipenuhi dengan “ketegangan”.



 Judul : Biografi Gus Dur (Soft Cover)
Penulis : Greg Barton
Tebal : xxviii + 516 halaman
Ukuran : 15,5 x 23 cm
ISBN : 979-3381-25-6
Terbit : Cet II, Januari 2010
Harga :Rp. 100.000    -    Rp. 40.000

 

Minggu, 13 Januari 2013

Beda Pendapat di tengah Umat


Beda Pendapat di Tengah Umat Sejak Zaman Sahabat Hingga Abad Keempat

(Terjemah dari Kitab Al-Inshaf fi Asbab al-Ikhtilaf, karya Syah Waliyullah ad-Dahlawi)

Penterjemah: KH. A. Aziz Masyhuri

Penerbit: Pustaka Pesantren

Harga: Rp. 32.500,- Rp. 20.000


Nabi Muhammad pernah bersabda: "Ikhtilafu mmati Rahmatun: Perbedaan pendapat dikalangan umatku adalah rahmat".

Namun, sungguh disayangkan ketika rahmat yang dimaksud oleh Nabi tersebut kadang-kadang terbalik menjadi laknat dan menimbulkan permusuhan diantara umat. Masing-masing pihak berusaha memuji pendapat ulama panutannya, dan menghujat ulama yang ebrseberangan. Padahal, dalam memutuskan hukum dan berfatwa, masing-masing ulama memiliki sumber yang sama, yaitu al-Qur'an dan al-Hadits.

Buku ini mengupas hingga tuntas mengapa para ulama, sejak zaman dulu hingga sekarang m,engalami perbedaan pendapat; mengapa para sahabat dan tabi'in berselisih paham dalam beberapa masalah; mengapa kemudian muncul berbagai madhzab; mengapa (bahkan) dalam satu madhzab pun masih terdapat perbedaan pendapat.

Selain merangkum sebab-sebab perbedaan pendapat diantara para ulama, buku ini juga disertai contoh-contoh "titik tengkar' dari berbagai pendapat yang berbeda itu. Dengan demikian, buku ini dapat mengantar kita untuk semakin menyadari bahwa beda pendapat adalah sesuatu yang niscaya sehingga harus dimaklumi.

Aneka Pendekatan Studi Agama

     Agama yang dalam kerang positivisme sering disertakan dengan mitos. dan karena itu ramalan akan tenggelam dilibas kekuatan "ideologi" dan "ilmu pengetahuan", kini kian menunjukkan nyalanya. bahkan, perhatian terhadap agama sekarang ini, tidak saja bersifat teologis, yakni dengan tingginya minat menjalani kehidupan yang diyakini berlandaskan ajaran suatu agama, atau yang terkenal dengan istilah kebangkitan agama-agama. Dan kebangkitan agama disini tidak hanya merujuk pada agama-agama besar saja, tapi juga pada sekte-sekte spiritual kecil, agama-agama kuno, dan berbagai macam sinkretisme dan ekletisme agama baru. Kenyataan inilah yang pada gilirannya mendorong minat ilmiah terhadap agama.

Penerbit   : lkis
Edisi        : Soft Cover
ISBN       : 9799495491
Tanggal Terbit: April 2009
Halaman        : xvi + 338
Harga            : Rp. 65.000    Rp 35.000. 

Selasa, 08 Januari 2013

Analisis Wacana


Buku ini adalah sebuah pengantar metodologis dan teoretis di analisis wacana, terutama analisis teks media. Analisis wacana adalah alternatif terhadap kebuntuan-kebuntuan dalam analisis media yang selama in lebih didominasi oleh analisis isi konvensional dengan paradigma positivis atau konstruktivisnya. Jika yang kedua ini terpancang pada pertanyaan "apa", maka analisis wacana lebih jauh pada "bagaimana" dari sebuah pesan atau teks komunikasi. Lewat analisis wacana, kita akan tahu bukan hanya bagaimana isi teks berita, tetapi bagaimana dan mengapa pesan itu dihadirkan. Bahkan kita bisah lebih jauh membongkar penyalahgunaan kekuasaan, dominasi, dan ketidakadilan yang dijalankan dan diproduksi secara samar melalui teks-teks berita itu.

Dalam buku ini dikemukakan konsep-konsep penting dalam analisis wacana, tokoh-tokoh pemikirnya, dan pendekatan yang dipakai. Selain itu, disertakan contoh-contoh penerapan analisis wacana dengan mengambil kasus-kasus berita yang dekat dengan konteks sosial-politik Indonesia. Kekayaan buku ini juga terletak pada eksplorasinya pada wacana mengenai analisis wacana itu sendiri. Sebagaimana kita ketahui, wacana memiliki beragam pengertian dan dipakai oleh berbagai disiplin ilmu. Dengan demikian, buku ini, meski semula ditujukan kepada peminat kajian komunikasi, namun ia bisa juga dipergunakan oleh mereka yang bergelut di bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora.

JudulAnalisis Wacana, Pengantar Analisis Teks Media  
No. ISBN9789798966996 
PenulisEriyanto 
PenerbitLkis 
Tanggal terbitApril - 2008 
Jumlah Halaman371 
Berat Buku-
Jenis Cover- 
Dimensi(L x P)-
KategoriNon-Fiksi Umum 
Bonus- 
Text BahasaIndonesia 
















Harga: Rp.51.000
           Rp.30.000

Berminat?
contact us at
081 931 426 611
kholikbriboz@yahoo.com

Analisis Framming


    Analisis Framing merupakan salah satu model analisis alternatifyang bisa mengungkapkan rahasia di balik perbedaan, bahkan pertentangan media dalam mengungkapkan fakta. Analisis framing membongkar bagaimana realitas dibingkai oleh media. Melalui analisis framing akan dapat diketahui siapa mengendalikan siapa, mana lawan mana kawan, mana patron mana klien, siapa diuntungkan siapa dirugikan, siapa membentuk dan siapa dibentuk,dan seterusnya. Buku ini memberikan peta teoritikmetodologis yang luas mengenai analisis framing. Untuk melengkapi dalam buku ini disertakan juga contoh penerapan analisis farming atas berbagai kasus yang pernah ditawarkan media di tanah air.
JudulAnalisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media 
No. ISBN9799492696 
PenulisEriyanto 
PenerbitLkis 
Tanggal terbitApril - 2007 
Jumlah Halaman312 
Berat Buku-
Jenis Cover- 
Dimensi(L x P)-
KategoriNon-Fiksi Umum 
Bonus- 
Text BahasaIndonesia ·













  



Harga: Rp 42.500             Rp.30.000
berminat?contact us at:081 931 426 611kholikbriboz@yahoo.comhttp://bukubriboz.blogspot.com/


Agama Pelacur


   Pertama, para pelacur juga manusia yang memiliki kebutuhan untuk berketuhanan—sehingga mereka tidak pantas menjadi makhluk terpinggirkan, sampah masyarakat, dan “stempel” lainnya yang dilekatkan kepada mereka. Bahkan, sang penulis menyatakan, “Mereka juga butuh kasih sayang dan rasa ketuhanan. Rasa ketuhanan itu terwujud dalam berbagai pengakuan dan juga tindakannya: ada keimanan, ritual, doa, dan harapan.”
   Kedua, menjadi pelacur bukan pilihan hidup yang diinginkan. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan mereka harus menjerumuskan diri ke lembah pelacuran. Karena itu, menurut penulisnya, kita jangan memandang para pelacur dari “panggung depan” (front stage), tetapi juga harus melihat alasan dan hati nurani yang mendorong mereka melakukan pelacuran. Berdasarkan perspektif teori dramaturgi, penulis kemudian menemukan bahwa “… dunia pelacuran juga memiliki ruang agama yang berciri khas. Ruang agama tersebut tidak berada di panggung depan yang hingar bingar, tetapi berada di ruang belakang yang tersembunyi, tetapi berada dalam kesadaran hakiki.”
   Sikap yang ditawarkan penulis ini bisa menjadi pembenaran  prilaku pelacuran. Selama pelacur memiliki keimanan, suka beribadah, berdoa, shalat, dan yang lainnya, praktik pelacuran adalah perbuatan yang sah-sah saja. Pandangan seperti itu tentu saja tidak akan menyadarkan para pelacur. Karena, mereka merasa berada pada posisi yang tidak perlu disalahkan.
Selain bahaya pembenaran, ada hal yang sangat kontras dalam kesimpulan tersebut. Ia bisa dibaca dari ungkapan penulisnya, “….Mereka juga butuh kasih sayang  dan rasa ketuhanan. Rasa ketuhanan itu terwujud dalam berbagai pengakuan dan juga tindakannya: ada keimanan, ritual, doa, dan harapan.”
   Fenomena tersebut kemudian direfleksikan sebagai ruang agama yang berciri khas. Di satu sisi prilaku pelacuran merupakan prilaku yang bertentangan dengan agama, tetapi di sisi lain para pelacur pun memiliki keimanan dan suka beribadah. Berdasarkan hal tersebut, para pelacur direfleksikan memiliki ruang agama yang kemudian menjadi modal untuk pembenaran prilakunya.

JudulAGAMA PELACUR : Dramaturgi Transendental  
No. ISBN9789792553307 
PenulisProf. Dr. Nur Syam, M.Si. 
PenerbitLkis 
Tanggal terbitOktober - 2010 
Jumlah Halaman200 
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriIslam 
Bonus- 
Text BahasaIndonesia ·






Harga: Rp. 46.750
               Rp. 30.000
berminat?
contact us at:
081 931 426 611
kholikbriboz@yahoo.com
bukubriboz.blogspot.com